Tuesday, March 12, 2019

Back to Nature: Lemonilo, Pengobat Rindu Makan Indomie

(Saya tidak dibayar oleh pihak Lemonilo. Tulisan ini sekedar inisiatif untuk berbagi pengalaman pribadi)



Siapa yang sudah pernah dengar Lemonilo ??
Ya, itu mie instan yang katanya dibuat dari bahan alami dan dengan proses yang lebih sehat dari mie instan pada umumnya (Indomie, Sedaap, dll)

Jadi ceritanya saya itu menyusui ASI Eksklusif sejak anak saya lahir hingga 2,5 tahun. Dan selama itu pula saya menjaga makanan yang saya makan, makan sehat dan menghindari pengawet, perasa, MSG, dll. Jadi saya sudah sejak 2016 tidak makan Indomie dan sebangsanya (termasuk Pop mie juga). Selain mie instan, saya juga benar-benar menghindari ayam KFC, MCD, dan ayam horn lainnya (cuma makan kalau terpaksa, nggak ada makanan lain).

Nah kemudian waktu usia anak saya 2 tahun lebih, saya lihat iklan di Youtube, tentang mie instan yang sehat karena dibuat dari bahan-bahan alami. Kemudian saya cari tahu lebih dalam di internet, katanya mie instan tersebut dibuat dari bayam, dan diproses (dikeringkan) dengan cara dipanggang, bukan digoreng seperti mie instan lainnya. Mie tersebut juga tidak menggunakan MSG, pengawet dan pewarna. Oleh karena itu masa penyimpanannya tidak bisa terlalu lama.

Rasanya too good to be true banget sih. Saya belum pernah tahu ada mie instan yang sehat.

Nah kemudian karena penasaran saya mulai cari, di Hypermart, Superindo, Indomaret, waktu itu belum ada. Dan saya nggak sengaja nemu di Alfamidi.

Gimana rasanya???

ENAKK. Rasanya miriipp sama Indomie goreng. Bumbunya juga mirip dengan Indomie, ada minyaknya, kecap, bumbu bubuk dan bubuk cabai. Tapi tekstur mie-nya agak lebih keras sih, tidak sekenyal Indomie.

Untuk harganya memang agak mahal, dijual kurang lebih seharga Rp7000,- di supermarket-supermarket. Tapi untuk pengobat rindu makan Indomie untuk ibu menyusui seperti saya, worth it laahh...

Nah gimana, ibu-ibu sudah pada coba?
Gimana pendapatnya? Boleh kalau mau share yah...

Thursday, March 7, 2019

I Wish I Knew: What's in an Hospital Bag

Seperti yang saya janjikan pada post While You're Pregnant, kali ini saya mau share salah satu persiapan kelahiran yang paling penting: Hospital Bag atau tas yang nantinya akan dibawa ke rumah sakit, supaya kalau sudah kontraksi, atau ketuban pecah, tidak usah bingung menyiapkan barang-barang bawaan lagi, tinggal bawa saja.
Selain untuk yang berencana lahir normal, anda yang berencana melahirkan dengan metode caesar juga perlu menyiapkan hospital bag ya, untuk jaga-jaga aja. Sebaiknya hospital bag ini disiapkan sebelum memasuki trisemester ketiga.

Dulu saya juga baru tahu hospital bag ini dari internet, tapi tentu berbeda sumber, beda pula saran yang diberikan. Dan itu tentu saja tergantung pada masing-masing orang, tentang apa yang perlu dan tidak perlu. Jadi sekarang saya akan membagikan list saya, dan akan saya bahas apakah kenyataannya barang tersebut benar-benar dibutuhkan.

  • 2 pasang baju untuk ibu: 1 untuk cadangan baju di rumah sakit, dan 1 untuk dipakai saat pulang dari rumah sakit
Baju untuk ibu ini memang penting. Dulu saya bawa beberapa piyama untuk dipakai di RS, dan ternyata juga tidak terlalu terpakai, karena nanti kita akan dipinjami baju rumah sakit. Tapi tetap perlu baju cadangan, terutama untuk persiapan saat pulang. Tapi satu hal yang saya pelajari dari pengalaman saya: bawa baju yang bisa digunakan untuk menyusui! Karena saya dulu nggak kepikiran sama sekali kalau saya akan sering menyusui bayi. ASI bakal keluar atau tidak saja, saya masih belum yakin. Baru deh waktu mau pulang dari RS, saya ganti baju dan anak saya nangis, mau menyusui tapi baju yang saya bawa itu rok terusan yang modelnya seperti daster (maklum karena masih terlihat buncit, biar nggak kelihatan). Akhirnya saya ganti baju piyama untuk pulang dari RS.


  • Bra Menyusui
Jangan lupa untuk menyiapkan juga bra khusus untuk menyusui, karena capek loh kalau harus lepas pasang bra untuk menyusui. Untuk awal kelahiran, lebih baik gunakan bra menyusui yang tidak berkawat dan ber spons. Tapi sediakan juga bra menyusui dengan spons atau kawat untuk digunakan ketika bepergian. Oh iya, siapkan juga breast pad karena mungkin ASI bisa bocor dan tembus ke baju.

  • Baju untuk bayi foto dan saat pulang dari RS
Dulu saya tidak menyiapkan baju apa-apa untuk foto, jadi bajunya dipinjami dari rumah sakit. Mungkin lucu juga sih kalau saya bawakan kostum bayi supaya fotonya lebih bagus. Selain itu, saat pulang dari rumah sakit, saya bawakan baju lengan panjang dan celana panjang supaya hangat di perjalanan.

  • Pampers cadangan
Di rumah sakit, bayi saya dipakaikan pampers merk Cuddles. Untungnya dia cocok-cocok saja, tidak ada iritasi apapun. Tapi sebaiknya berjaga-jaga bawa beberapa pampers sendiri supaya kalau ada iritasi tetap ada pilihan lain.

  • Baju ganti untuk suami
Selain peralatan untuk ibu dan anak, jangan lupakan suami juga ya... Sediakan beberapa dalaman, baju rumah dan baju pergi, karena bisa digunakan untuk menemui pengunjung.

  • Lip Balm
Kalau anda sudah baca pengalaman saya selama hamil sampai melahirkan (anda bisa baca di sini), maka anda akan tahu alasannya kenapa akhirnya saya memutuskan untuk operasi, padahal tanpa rencana apa-apa. Nah untungnya saya membawa lip balm, karena bibir saya sempat terasa pecah-pecah. Memang sebelum operasi, prosedurnya adalah puasa dulu beberapa jam. Setelah operasi pun, tidak boleh minum air banyak-banyak dulu. Apalagi di ruang operasi itu sangat dingin, ditambah perasaan deg-degan mengetahui kalau perut kita ini mau disayat. Nggak tahu deh sepucat apa wajah saya waktu itu. 

  • Surat-surat untuk membuat akte lahir
Sekarang, sudah ada layanan pembuatan akte lahir oleh rumah sakit. Jadi anda hanya perlu menyiapkan surat-surat yang dibutuhkan, seperti KTP anda dan suami, akte pernikahan, dan KK. Tapi coba cek dulu di daerah anda, siapa tahu persyaratannya berbeda. Dengar-dengar, sekarang juga akan diberlakukan KTA atau KTP Anak, dan bisa diurus ketika di RS juga. Jadi lebih baik diurus sekalian dengan akte kelahiran.

  • Minyak kayu putih dan kaus kaki
Setelah keluar dari ruang operasi, badan rasanya dingin sekali, dan baru kembali normal setelah beberapa minggu. Jadi saya dulu pakai minyak kayu putih, kaus kaki, dan selimut tebal (dari RS) untuk menghangatkan badan.

  • Beberapa pembalut nifas (versi saya: adult diapers/popok dewasa)
Saya sempat diberitahu oleh seorang keluarga, kalau ia dulu pakai adult diapers setelah melahirkan. Dan ternyata benar juga, saya sempat pakai pembalut untuk malam hari yang paling panjang, dan ternyata masih kurang nyaman karena bocor (darah nifas memang banyak di awal). Cukup repot juga karena terkena celana dalam dan nanti pulang harus cuci-cuci lagi (saya biasa cuci dalaman sendiri). Kalau pakai adult diapers, tinggal pakai saja, tidak mungkin bocor, dan setelah selesai tinggal dibuang. Tapi saya pakai adult diapers cuma beberapa hari setelah melahirkan, setelah itu lanjut pembalut biasa.

  • Sabun shampoo, handuk
Saya sudah menyiapkan perlengkapan mandi seperti sabun, shampoo, dan handuk, yang ternyata sudah disiapkan oleh pihak RS, jadi tidak terpakai. Tapi lebih baik tanyakan dengan pihak rumah sakit pilihan anda dulu ya.

  • Sikat gigi
Biasanya kalau berpergian dan menginap di hotel, walaupun disediakan sikat gigi dan pasta gigi, saya dan suami selalu pakai milik sendiri. Jadi barang ini harus ada di tas.

  • Make up dan sisir
Tidak usah bawa banyak alat make-up, tapi bawa yang dasar-dasar saja seperti pensil alis, bedak, dan lipstik. Dulu saya tidak mempersiapkan hal ini, jadi muka saya benar-benar kelihatan pucat dan kusut.


Kira-kira itulah list hospital bag ala saya. Mungkin menurut ibu-ibu atau pembaca sekalian, masih ada yang kurang? Boleh di-share ke saya di kolom komentar ya :)

Tuesday, March 5, 2019

Back to Nature: Menstrual Cup Review (Blossom dan AIWO)

Mumpung ada kesempatan untuk menulis, saya ingin membagikan review dari benda yang lagi hot di Indonesia nih, padahal aslinya sudah muncul lama di luar negri. Saya juga baru berani coba beberapa bulan lalu, dan saya sendiri selalu cari review-nya dulu kalau akan membeli barang. Berhubung review tentang menstrual cup ini masih jarang ada versi Indonesianya, jadi saya buat ini untuk mendukung para wanita lain untuk ikut mencoba. Semoga review ini berguna.



1. Blossom Cup
Menstrual cup ini saya beli dari Tokopedia, dengan harga 345.000. Cukup mahal sih menurut saya kalau buat barang sekecil itu *ibu ibu pelit*. Oleh karena ituuu saya tidak mau beli yang harganya 600 ribuan dulu, walaupun merknya lebih terkenal. Tapi untuk Blossom Cup ini sudah saya baca review-nya di Google dan banyak banget yang bilang bagus. Jadi saya coba deh.
Blossom Cup
Blossom Cup
Setelah barangnya datang, saya cukup senang karena ternyata bentuknya tidak sekaku yang saya bayangkan. Cukup lentur tapi tidak rapuh. Punya saya persis seperti itu, warna pink, dan karena saya tidak melahirkan normal seperti yang saya inginkan, maka saya beli ukuran yang kecil. Menstrual cup ini punya empat lubang kecil di bagian atasnya, dan ada batang atau stem di bagian bawah. Oiya di dalam kotaknya juga ada kantung kecil dari kain yang imut, untuk membawa menstrual cup ini kalau bepergian. Selain itu ada juga panduan untuk pemakaian menstrual cupnya.

Setelah saya coba gunakan, menurut saya sih cukup nyaman (kecuali saat pertama kali memasukkan dan mengeluarkan, karena itu yang paling sulit). Tapi setelah beberapa kali, sudah terbiasa, menurut saya nyaman sekali karena tidak ada rasa basah dan lembab seperti ketika memakai pembalut. Selain itu saya bisa tidur dengan nyaman di malam hari, tidak takut tembus. Memang sih masih ada spotting, jadi saya tetap pakai pantyliner untuk jaga-jaga.
Untuk stem-nya, kalau untuk saya itu masih terlalu panjang, jadi saya potong sedikit dan dirapikan dengan gunting kuku agar pinggirannya tidak tajam. Dan ini kalau untuk saya yang biasanya menstruasi cuma sampai medium flow, masih agak kurang besar daya tampungnya. Jadi kalau biasanya menstruasi anda flow-nya banyak, mungkin bisa pakai model lain yang daya tampungnya lebih besar.


2. Lunette Feelbetter Menstrual Cup Cleanser
Saya juga beli sabun khusus pencuci menstrual cup. Karena bahannya silicon, saya tidak yakin sabun apa yang harus digunakan untuk mencuci selain sabun khususnya Saya sempat berpikir untuk pakai sabun cuci alat makan bayi. tapi tulisannya tidak boleh memakai sabun cuci piring juga.
Jadi untuk sabunnya saya beli merk Lunette. Harganya mahal, sekitar 200 ribu lebih, tapi isinya cukup banyak, dan pakainya cuma butuh sedikit sekali. Jadi (seharusnya) awet.
Lunette Feelbetter Menstrual Cup Cleanser
Teksturnya cair, warnanya bening, dan baunya cukup enak. Tidak terlalu wangi, tapi ada wangi segar-nya. Memang dengan beberapa tetes saja, sudah bisa menyebar di permukaan ya, jadi hati-hati saat pertama kali mengeluarkan sabunnya supaya tidak terlalu banyak. Tidak ada jejak licin-licin juga, jadi tetap terasa bersih.

3. AIWO Menstrual Cup
AIWOO Menstrual Cup
Ini adalah menstrual cup kedua yang saya beli setelah Blossom. Awalnya cukup ragu juga waktu mau beli, sampai saya tunda beberapa minggu. Di internet juga belum banyak review soal menstrual cup ini. Ada sih beberapa review positif di Youtube, yang menambah keyakinan saya untuk beli ini.
Harganya mahal, jauh lebih mahal daripada Blossom. Saya beli dari Shopee seharga 600rb++.
Tapi saya rela untuk bayar idenya yang cukup bagus, karena menstrual cup ini punya valve, atau semacam saluran dengan "klep" untuk mengosongkan isinya. Sebenarnya pada menstrual cup biasa (seperti Blossom) mengosongkannya cukup merepotkan, karena mengeluarkan menstrual cup itu merupakan sebuah tantangan banget waktu baru belajar.
Kalau dibandingkan dengan Blossom, Aiwoo ini lebih kaku dan lebih tebal, agak sedikit lebih besar juga. Tidak sulit sih memasukannya, tapi yang membuat kurang nyaman yaitu stem-nya atau salurannya yang terlalu panjang (kalau buat saya, karena cervix saya posisinya agak rendah). Jadi waktu dipakai itu masih ada yang "nongol" :D. Ada yang bilang bisa dilipat, tapi saya belum berhasil.


Secara keseluruhan, pakai menstrual cup ini cukup nyaman, karena saya belum pernah merasa "bersih" waktu menstruasi. Biasanya kalau pakai pembalut selalu berasa basah dan lembab, dan takut bocor. Kalau pakai  menstrual cup tidak terasa seperti itu lagi, cuma kalau sudah penuh itu terasa seperti keluar udara dan spotting.

Layak dicoba loh untuk ibu-ibu dan para wanita lain. Karena selain ramah lingkungan (karena pembalut kan sekali pakai buang, dibandingkan dengan menstrual cup yang tahan bertahun-tahun), terasa nyaman juga karena bisa merasa "bebas" saat menstruasi. Selamat mencoba!!

Requested Topic: Mengatasi BAPILNAS Tanpa Obat Kimia?

Halo ibu-ibu semuanyaaa... Maaf ya karena saya lama tidak menulis di blog ini, karena akhir-akhir ini rasanya capek dan sibuk dengan kerjaan...